Wednesday, May 8, 2013

Not Only Sex, But Also Fantasy..


   Seseorang tidak hanya memiliki hubungan  atau kontak seksual, tetapi juga memiliki fantasi tentang seksual. Fantasi seksual pun tidak hanya dimiliki oleh para lelaki saja. Para perempuan pun juga memiliki fantasi seksual, namun lelaki lebih sering berfantasi. Fantasi pada lelaki biasanya berupa posisi seksual yang berbeda, mempunyai pasangan yang agresif, oral seks, berhubungan seks dengan pasangan baru, dan seks di pantai. Fantasinya pun cenderung lebih agresif dan aktif. Fantasi pada perempuan lebih romantis dan emosional. Misalnya saja “Saya sedang berjalan di pinggir pantai sambil bergandengan tangan dengan pasangan saya. Kemudian, saya dan pasangan berhubungan seks di atas pasir. Setelah itu, kami pergi ke restoran untuk makan malam romantis.” Fantasi perempuan secara umum dapat berupa seks dengan pasangan, mengenang pengalaman seksual, posisi seks yang berbeda, seks di ruangan selain kamar tidur, dan di lantai berkarpet. Sebenarnya, fantasi perempuan dan lelaki tidak jauh berbeda.

   Fantasi seksual tidak hanya kesenangan semata, namun ada pula manfaatnya. Manfaat yang didapat adalah membantu meningkatkan masturbasi dan gairah seksual, membantu pencapaian orgasme, dan mengeksplorasi berbagai kegiatan seksual. Masturbasi memberi kesempatan untuk bereksperimen terhadap tubuh sendiri agar mengetahui bagian tubuh mana yang memberi kesan khusus saat disentuh. Selain itu, masturbasi juga terasa menyenangkan yang digunakan saat seks untuk pasangan.

~ yah.. tidak ada salahnya untuk berfantasi selama dalam kadar yang baik & benar…

Saturday, May 4, 2013

Terapkan Wawancara Dalam Bidang Pendidikan & Organsisasi


   Wawancara dalam bidang pendidikan tidak hanya dapat digunakan saat proses belajar dan mengajar di sekolah, tetapi ternyata juga dapat diaplikasikan untuk masalah sistem sekolah dan masalah yang dialami para siswa. Masalah sistem sekolah adalah masalah akademik, keuangan, dan kurikulum. Masalah siswa adalah ketidakmampuan belajar, masalah perkembangan, masalah perilaku, psikososial, dan lingkungan, bakat dan minat, serta seleksi dan penempatan. Wawancara dalam bidang pendidikan ini pun tidak hanya ditujukan pada siswa dan guru, tetapi juga bisa ditujukan pada orangtua siswa. Rata-rata sekolah akan mewawancarai orangtua siswa yang mempunyai kekurangan atau masalah.

   Selain pendidikan, wawancara sering sekali di terapkan dalam bidang industri/organisasi, terutama seleksi dan penempatan. Tidak hanya untuk calon karyawan baru, namun wawancara juga untuk kandidat dalam promosi jabatan. Adapula untuk job analysis, coaching, performance appraisal, dan karyawan yang akan keluar atau berhenti kerja.  Wawancara untuk seleksi biasanya digunakan metode STAR (Situation, Task, Action, dan Result) dan metode FACT (Feeling, Action, Context, dan Thinking). Metode FACT biasanya menanyakan pengalaman baik dan buruk, pewawancara ialah pihak ketiga, dan digunakan untuk posisi yang penting. Metode STAR dapat dipakai kapan saja, di mana saja, dan biasanya untuk jabatan seperti staff.

   Walau wawancara digunakan untuk mendapat data yang diperlukan sekolah atau organisasi, namun ada data yang harus dijaga kerahasiaannya oleh pewawancara. Selain itu, wawancara dalam kedua bidang ini pun perlu ditunjang oleh observasi agar lebih valid, atau mungkin ditambah dengan hasil tes formal.  

~ Wawancara dapat mendapat banyak data, tetapi juga harus didukung dengan metode lain…

Tuesday, April 30, 2013

Sexual Transmitted Infection??? Oh No...


   Hubungan seksual dapat dikatakan sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia, tetapi ada yang melakukannya sebelum atau setelah menikah, dan dengan seorang pasangan atau berganti-ganti pasangan. Namun, apakah kalian tahu bahwa ada yang namanya sexual transmitted infection atau infeksi menular seksual (IMS). Biasanya, usia-usia muda dan remaja lebih berisiko mengalaminya. Selain itu, perempuan yang sudah terkena infeksi akan lebih mengalaminya dalam jangka panjang karena lapisan yang menutup vagina lebih tipis bila dibanding dengan lapisan yang menutupi penis.

   Sayangnya, infeksi ini bersifat laten, yaitu membutuhkan waktu dan proses yang lebih lama untuk mendiagnosis infeksi tersebut. Ada banyak bentuk infeksi, seperti ectoparasitic, gonorrhea, syphilis, chlamydia, chancroid, vaginal infections, pelvic inflammatory disease (PID), dan HIV/AIDS. Misalnya, ectoparasitic merupakan penyakit yang disebabkan parasit yang hidup di permukaan kulit. HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Sedangkan, AIDS adalah gejala-gejala penyakit yang menyerang tubuh sesudah sistem kekebalan tubuh rusak oleh virus HIV. Biasanya, dapat ditularkan karena hubungan seksual, ibu menyusui sang anak, dan transfusi darah. Maka dari itu, sebaiknya ibu yang terkena HIV/AIDS tidak memberikan asi pada anaknya. Tidak hanya itu, masih ada pula hal-hal yang perlu diketahui. Pasangan yang ingin menikah atau mempunyai anak, sebaiknya berkonsultasi atau konseling pernikahan pada ahlinya.

   Lebih baik kita mencegah sebelum terlambat atau terkena virus atau infeksi-infeksi seksual. Bisa saja dengan menjaga kebersihan (terutama daerah intim), tidak bergonta-ganti pasangan dalam berhubungan, dan menggunakan alat kontrasepsi yang tepat. Tidak salah pula jika kita memeriksa atau mencoba mendeteksi secara dini, sebelum infeksi lebih bertambah parah. Dengan begitu, pasangan kita pun tidak akan tertular infeksi.

~ Jaga diri sendiri dan pasangan kita dari infeksi yang dapat menyerang… ;)

Tuesday, April 2, 2013

Atasi Disfungsi Seksual Sebelum Terlambat!


   Seks... mendengar kata itu biasanya yang terbayang adalah hubungan intim yang penuh gairah. Setiap orang pun pada dasarnya memiliki kebutuhan ini dan akan menikmatinya terutama dilakukan bersama pasangan yang kita cintai. Namun, ternyata tidak semua hubungan itu penuh gairah dan menyenangkan. Mengapa? Permasalahan pada fungsi seksual salah satunya. Adanya disfungsi seksual mengakibatkan kurangnya gairah, kurangnya antusias akan seks, dan tidak mampu untuk rileks. Misalnya, karena individu mengalami ejakulasi dini.

   Disfungsi seksual bisa meningkat karena faktor umur. Umur seseorang yang terus bertambah membuat kemampuan fungsi seksual mengalami penurunan. Selain itu, bisa karena penyakit yang diderita, kecacatan, dan konsumsi obat-obatan. Karena hal tersebut, individu menjadi merasa tidak mampu atau tidak cakap melayani dan memuaskan pasangannya. Banyak situasi seperti itu sehingga membuat banyak pasangan yang tidak akur dan tidak intim lagi. Jika sampai ke tahap yang parah, bisa jadi akan berujung pada perpisahan.

   Jangan sampai banyak pasangan pisah karena masalah disfungsi seksual. Masalah ini bisa menjadi sangat serius jika hanya didiamkan begitu saja. Maka dari itu, jika semakin memburuk, sebaiknya dilakukan treatment untuk mengatasi masalah disfungsi seksual tersebut. Setidaknya, individu dapat menaikkan kepercayaan dan harga diri dalam kemampuan funsi seksualnya.

~ Hindari dan cegah sebelum menjadi lebih buruk karena masalah tidak dapat hilang begitu saja…

Sunday, March 31, 2013

Make your interview report!


   Wawancara pasti sering kita lakukan, baik secara formal maupun informal. Wawancara informal mungkin lebih kita lihat sebagai percakapan biasa dan tidak terlalu memerlukan laporan. Laporan diperlukan mungkin dalam konteks tertentu. Namun, bagi wawancara formal, laporan hasil wawancara harus dibuat karena berisikan hasil wawancara itu sendiri dan hal tersebut sangatlah penting.

   Dalam laporan hasil wawancara, kita harus mencantumkan waktu berlangsungnya wawancara, tempat, dan biodata subyek. Waktu yang dicatat adalah saat wawancara dimulai dan saat berakhirnya wawancara itu. sedangkan, biodata subyek diisi dengan inisial nama subyek dan alamat secara umum. Misalnya, inisial nama : K.H, padahal nama aslinya adalah Kevin Horrison, dan alamatnya adalah Tanjung Duren. Alamat dan nama subyek tidak perlu sampai ditulis secara lengkap karena informasi tentang biodata subyek perlu dijaga.

    Setelah itu, inti dari laporan terdapat pada hasil wawancara, observasi subyek, dan refleksi sebagai pewawancara.  Perlu diingat bahwa hasil wawancara itu berisikan cerita subyek selama wawancara berlangsung. Jadi, kita menuliskan rangkuman cerita subyek secara sistematis. Observasi yang dicatat pun tidak perlu sampai men-detail sekali. Akan tetapi, bahasa yang digunakan harus konkret, spesifik, dan faktual. Misalnya, muka subyek pucat dan keringat dingin yag kita catat, bukan menuliskan kesimpulan bahwa subyek sedang ketakutan. Selain itu, kita perlu menuliskan refleksi sebagai pewawancara seperti apa kekurangan kita selama kita melakukan proses wawancara. Kekurangan bisa sering terjadi apalagi bagi kita yang masih pemula. Maka dari itu, kita perlu banyak berlatih untuk melakukan wawancara yang baik dan benar. Jangan lupa pula untuk membuat laporan hasil wawancara itu sendiri!

~ Laporan sebaiknya dibuat tidak secara subyektif..

Friday, March 22, 2013

Punya Anak atau Tidak? Keputusan di Tangan Kalian..


   Hampir setiap wanita menginginkan untuk punya anak, terutama bagi yang sudah menikah. Namun, ada pula yang memutuskan untuk hidup melajang atau tidak mempunyai keturunan. Yah.. semua itu adalah pilihan. Akan tetapi, bagaimana dengan yang menginginkan punya anak, tetapi susah atau tidak bisa? Apakah itu memang nasib mereka? Mungkin tidak seperti itu.

   Kehamilan biasanya ditunjukkan dengan missing a period (tidak menstruasi), keluar bercak darah, morning sickness (muntah), atau tanda-tanda fisik lainnya. Situasi morning sickness membuat para wanita merasa sangat tidak nyaman sehingga membutuhkan istirahat yang baik dan cukup, serta asupan bergizi. Kondisi hamil memang tidak berlangsung secara bersamaan dengan menstruasi, maka itu sebaiknya wanita mengingat dan mencatat waktu menstruasi. Pencatatan tersebut juga menguntungkan wanita agar mengetahui kapan masa subur mereka. Mengapa perlu mengetahui masa subur? Ternyata, ketika melakukan hubungan seksual saat awal dan setelah masa subur, pasangan akan mendapat anak perempuan. Sedangkan, bila dilakukan saat masa subur, pasangan akan mendapat anak laki-laki. Walau dilakukan saat masa subur, belum tentu pula akan langsung mendapat anak laki-laki. Pihak pria pun harus berada dalam kondisi sangat sehat dan wanita dalam kondisi sangat ingin melakukan hubungan dan sangat mencintai pasangannya.

   Menjawab pertanyaan awal bahwa pasangan yang susah atau tidak dapat punya anak dapat dikarenakan infertilitas atau penundaan untuk punya anak. Infertilitas disebabkan usia dan gangguan-gangguan pada pria atau wanita. Pemakaian alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan pun dapat membuat hormon wanita terganggu, maka perlu berhati-hati dalam memilih alat kontrasepsi yang aman. Jika memang benar-benar ingin menghindari kehamilan, maka sebaiknya menggunakan cara yang alami, seperti KB alami atau tidak berhubungan seksual sama sekali. Dengan cara-cara alami, setidaknya pasangan dapat mengurangi bahaya yang mungkin dapat timbul.

~ Penundaan yang terlalu lama dapat menjadi ketidakmampuan..

Pentingnya Riwayat Sosial


   Dalam melakukan konseling, pastinya klienlah yang menceritakan masalahnya, bukan konselor yang menceritakan masalahnya. Maka, konselor yang dapat dipercaya sangat dibutuhkan oleh klien. Karena masalah klien yang akan dibahas dalam sesi konseling, konselor perlu mengetahui terlebih dahulu riwayat dari klien. Mengapa perlu mengetahui riwayat seseorang? Tiap individu mempunyai cerita yang berbeda atau diungkapkan dengan cara mereka sendiri, sehingga sudut pandang cerita bisa saja berbeda. Selain itu, masalah yang dihadapi tidak hanya merupakan masalah hari ini, serta masalah dapat dikarenakan faktor lingkungan (nurture) dan genetik (nature).

   Cerita klien dapat menunjukkan apakah hidup klien adaptif atau tidak, misalnya saja ada individu yang frustasi dan melakukan aksi kebut-kebutan di jalan. Sebagai konselor pun, kita tidak boleh hanya berfokus pada gangguan klien dan harus mengerti “posisi” klien itu sendiri. Maka dari itu, kita sangat memerlukan riwayat klien agar mengetahui penyebab masalah-masalahnya tersebut. Selain mendapat data, konselor juga dapat lebih memahami kehidupan klien itu sendiri.

   Ada banyak riwayat yang dapat ditanya pada klien, seperti riwayat keluarga, pendidikan, marital, seksual, preferensi rekreasional, dan masih banyak lagi. Dari riwayat keluarga misalnya, konselor dapat melihat apakah konflik klien berhubungan dengan keluarga, baik keluarga inti maupun keluarga besar. Ada keluarga besar yang biasanya turut andil dalam masalah yang dialami sehingga dapat menambah konflik klien. Ada pula pilihan dalam melakukan rekreasi atau hobby agar konselor mengetahui cara klien melakukan coping atau refreshing. Untuk anak-anak, konselor pun perlu menanyakan data perkembangan (misal: panjang dan berat tubuh anak saat lahir). Dalam menanyakan perihal riwayat tersebut memang tidak selalu hanya dilakukan dalam satu sesi, apalagi bagi pemula. Cerita klien pun juga berbeda-beda karena setiap individu mengalami hal yang tidak sama, sehingga konselor perlu menganggap klien sebagai seorang individu yang berbeda dengan individu lainnya.

~ Jangan hanya melihat masalah, tetapi coba ketahui dan rasakan posisi dan penyebab masalah klien itu sendiri…