Friday, March 15, 2013

Let’s Study The Basic Technique of Interview


   Hey, apa kalian pernah melakukan wawancara? Pasti pernah terutama untuk dalam kehidupan sehari-hari. Kita biasanya akan menanyakan hal-hal yang ingin kita ketahui kepada orang-orang. Yah, wawancara memang kerap kali digunakan untuk berbagai hal. Namun, wawancara yang kita lakukan mungkin tidak termasuk formal dan tidak menggunakan teknik-teknik wawancara. Teknik wawancara yang baik atau formal biasanya digunakan saat melakukan kegiatan yang memang mengarah ke situasi formal, seperti saat wawancara dengan guru, konselor, dan atasan.

   Bagi kita yang diwawancara, mungkin akan cukup mudah dalam menjawab pertanyaan yang diberikan, tetapi bagaimana dengan yang pewawancara? Wawancara yang baik dan benar tidak dapat dilakukan dengan semudah itu. Banyak keterampilan dasar yang perlu kita pelajari dan dikuasai. Pertama, kita perlu membina rapport atau hubungan yang baik dengan orang yang kita wawancara (interviewee). Dalam membina rapport ini, pewawancara (interviewer) harus dapat menciptakan suasana yang hangat dan nyaman  agar interviewee dapat berbicara dengan bebas dan jujur. Kita dapat memberikan senyuman dan sambutan hangat, berjabat tangan, mempersilahkan duduk, dan melakukan percakapan kecil. Kita juga harus menunjukkan ketertarikan dalam pembicaraan dengan interviewee, namun tidak ditunjukkan secara berlebihan. Setidaknya, kita dapat menunjukkan sikap tulus. Bahasa yang digunakan pun sebisa mungkin harus setara atau setidaknya menggunakan bahasa Indonesia yag baik dan benar. Sebagai interviewer, karakteristik ruangan pun perlu diperhatikan, sehingga ada rasa nyaman selama sesi wawancara berlangsung.

   Kedua, diperlukannya empati terhadap interviewee. Empati yang dimaksud adalah bagaimana kita dapat merefleksikan atau memahami perasaan, pengalaman, dan perilaku interviewee. Kita boleh mempersepsikan jawaban interviewee, tetapi kita juga tidak boleh langsung menilai atau men-judge begitu saja. Ketiga, attending behavior. Di sini, kita dapat mengurangi kuantitas pembicaraan kita dan memberikan waktu interviewee untuk bercerita. Selama interviewee bercerita, interviewer harus mendengarkan dengan seksama dan tidak boleh melakukan hal lain, seperti memainkan pena, melihat handphone, menggulung baju, atau kegiatan lainnya yang membuat konsentrasi terganggu. Dalam wawancara, kita juga memerlukan eye contact agar interviewee tahu bahwa kita benar-benar memerhatikan, tetapi bukan hanya tatapan kosong yang diberikan. Keempat adalah teknik bertanya yang ada dua jenis, yaitu open question dan closed question. Dalam jenis yang open, pertanyaan bersifat tidak mengarahkan dan pertanyaan dapat dijawab dengan lebih bebas, sehingga informasi yang didapatkan akan lebih banyak. Misalnya, “Apa yang membuat Anda melakukan hal tersebut?”. Sedangkan, dalam jenis yang close, pertanyaan lebih bersifat mengarahkan dan merujuk pada jawaban tertentu (ya/tidak). Misalnya, “Apakah Anda merasa bahagia?”. Mungkin terlihat lebih mudah dalam penggunaan closed question, tetapi harus berhati-hati dalam penggunaannya karena jawaban yang diberikan dapat mengarah pada jawaban yang diinginkan oleh interviewer.

   Kelima, kita perlu menguasai keterampilan observasi selama wawancara. Kita dapat berfokus pada perilaku non-verbal, verbal, dan konflik, diskrepansi, dan inkongruensi. Perilaku non-verbal terlihat dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang ditampilkan. Wajah seseorang dapat menunjukkan emosi seseorang, tetapi kita tidak boleh langsung menyimpulkan. Perilaku verbal lebih ke arah kata-kata yang diucapkan. Kita juga harus melihat konflik, diskrepansi, dan inkongruensi, yaitu apakah kata-kata yang diucapkan sesuai atau terjadi kesenjangan dengan perilaku non-verbalnya. Terakhir, dibutuhkan active listening skills. Kita harus dapat menceritakan kembali apa yang sudah diceritakan interviewee dengan bahasa kita sendiri, tetapi tidak lebih panjang dari cerita asli. Kita juga harus mencoba mengidentifikasi perasaan interviewee. Yah, seperti itulah kira-kira keterampilan dasar yang diperlukan. Keterampilan ini pun tidak dapat diasah Cuma sekali-duakali, tetapi butuh proses yang panjang.

~ Don’t immediately judge what you see and hear

Friday, March 8, 2013

Sangat Pentingkah Wajah Cantik/Ganteng?


   Apakah wajah mu cantik atau ganteng? Bagaimana dengan orang lain di sekitarmu? Apakah wajah yang cakap sangat penting?
Well… semua orang mengingkan wajah yang cakap, baik perempuan maupun laki-laki, terutama untuk mendapat pasangan. Wajah seseorang dapat menunjukkan kepribadian, sehingga dapat menjadi daya tarik tersendiri. Tahu tidak? Wajah ternyata mempunyai peran dalam kesehatan fisik dan genetik. Sesuai teori evolusionari, manusia mencari pasangan untuk mendapatkan keturunan, maka itu, manusia mencari pasangan yang fit. Pasangan yang fit dapat terlihat dari wajah dan bila ingin mendapat keturunan yang berkualitas, kita juga harus mencari calon gen yang bagus.

   Selain wajah, orang menyukai tubuh seksi dari lawan jenisnya. Perempuan biasanya terlihat dari bagian payudara, pinggul, dan pinggangnya.  Payudara yang tumbuh dan berkembang menunjukkan pubertas dan kemampuan bereproduksi. Pinggang yang dianggap seksi pun berukuran 7 banding 10 dari pinggul, yang tampak seperti jam pasir. Namun, sekarang pria juga menyukai ukuran pinggang perempuan yang 5/10 atau 6/10. Laki-laki yang dianggap seksi mungkin terlihat dari dada bidang yang terbentuk dan tubuh yang tegap “berisi”. Laki-laki juga menyukai perempuan dengan suara yang bernada tinggi karena terlihat feminine dan lebih muda, sedangkan perempuan lebih menyukai laki-laki yang bersuara maskulin dan lebih dalam.

   Ada pula feromon, yaitu cairan yang memengaruhi perilaku seksual. Baik perempuan maupun laki-laki menjadi menyenangi bau yang dikeluarkan tubuh dari lawan jenisnya. Perempuan menjadi lebih menyukai aroma laki-laki saat berovulasi biasanya. Jadi, daya tarik pasangan bisa berasal dari aroma tubuhnya. Walau begitu, dalam mencari pasangan, ada usaha untuk mencari pasangan yang lebih baik atau terbaik. Akan tetapi, semua tetap bergantung pada keputusan dan komtimen yang diambil oleh individu. Apakah individu akan tetap setia dengan pasangannya? Atau akan berpindah ke lain hati? Apalagi laki-laki mementingkan daya tarik fisik dan perempuan mementingkan status dalam mencari pasangan mereka.

~ Wajah yang indah tidak selalu mendapat semua hal yang baik…

Perlunya Wawancara di Bidang I/O dan Pendidikan


   Selain psikolog klinis yang menggunakan teknik wawancara, ada pula psikolog industri dan organisasi (PIO) dan psikolog pendidikan. Psikolog industri dan organisasi biasanya bekerja di biro atau perusahaan-perusahaan, yang menjabat sebagai HRD. Pengaplikasian teknik wawancara ini sering sekali diterapkan terutama dalam seleksi dan penempatan karyawan baru. Bagi yang sudah bekerja atau pernah bekerja, pasti pernah merasakan diwawancara sebelum diterima kerja. Wawancara dapat dilakukan oleh satu orang atau bahkan 2-3 orang. Selain itu, wawancara juga dapat diterapkan dalam menangani kasus karyawan, feedback dan assessment, exit interview, mengurus surat, dan masih banyak lagi.

   Wawancara di bidang PIO ini, biasanya melalui beberapa proses. Individu yang akan diwawancara pasti akan merasa tegang atau cemas, maka dari itu, pertama-tama dibutuhkanlah ice breaking. Ice breaking merupakan teknik pembicaraan yang membuat seseorang akan menjadi lebih rileks atau tidak tegang, mungkin dengan menanyakan hal-hal yang tidak berkaitan dengan tujuan wawancara. Misalnya saja, interviewer menanyakan kabar interviewee atau membicarakan hal-hal umum (berita atau kondisi-kondisi di luar). Kedua, interviewer akan menanyakan basic information, seperti riwayat hidup. Ketiga, pertanyaan mengenai informasi penting yang mau diketahui dari interviewee. Keempat, interviewer menjelaskan dan memberi kesempatan bertanya mengenai perusahaan. Kelima, penutupan proses wawancara. Selain menggunakan teknik wawancara, ada teknik lain yang menunjang, seperti simulasi, tes bidang, role play, psikotes, tes kesehatan, dan technical test.

   Psikolog pendidikan biasanya bekerja sebagai guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah atau konselor di centre yang ada di sekolah. Pengaplikasian wawancara biasanya digunakan dalam menangani masalah akademik dan non-akademik siswa dan menangani pemilihan jurusan IPA/IPS. Ada pula sekolah dengan psikolog yang membantu rekruitmen panitia (misalnya OSIS). Akan tetapi, dangat sulit bagi psikolog untuk bertemu siswa karena jam istirahat yang pendek. Selain itu, ada pula label negatif terhadap psikolog atau guru BK. Siswa yang dipanggil oleh guru BK biasanya pasti dianggap mempunyai masalah atau kenakalan. Padahal, guru BK dapat membimbing kita dalam menyelesaikan masalah, terutama akademis.

~ Don’t judge your counselor teachers by your negative thoughts. 

Thursday, February 28, 2013

What Type are You?


Pernahkah Anda tertarik dengan seseorang? Mungkin kebanyakan orang pasti menjawab pernah.

   Orientasi seksual merupakan preferensi atau pilihan terhadap orang lain secara emosi, fisik, seksual, dan romatis. Orientasi seksual bisa ke lawan jenis atau sesama jenis, dan bisa ke keduanya. Orientasi seksual ke lawan jenis disebut heteroseksual, ke sesama jenis disebut homoseksual, dan kedua jenis disebut biseksual. Homoseksual pun ada 2 jenis, lesbian (wanita—wanita) dan gay (pria—pria) Heteroseksual masih dominan sekali di dunia, terutama di Indonesia karena homoseksual masih ditentang oleh nilai-nilai yang dianut. Namun, ada negara-negara yang sudah memperbolehkan homoseksual, seperti di Kairo (Mesir), negara-negara di Amerika Latin, China, dan lainnya.

   Pasangan homoseksual sudah mulai terlihat beberapa di Indonesia, tetapi pasangan tersebut masih menutupi hal tersebut. Nilai-nilai yang melarang yang membuat mereka seperti itu, sehingga mereka akan merasa malu jika diketahui orang lain. Pasangan homoseks juga bisa dikucilkan atau ditolak dalam masyarakat atau lingkungannya. Beda dengan halnya di negara-negara yang memperbolehkan kaum homoseksual, pasangan tersebut ada yang secara terang-terangan menunjukkan kepada orang lain. Pasangan homoseksual dikatakan lebih bahagia daripada pasangan heteroseksual karena mereka lebih berusaha mempertahankan hubungan. Peran gender dalam kehidupan sehari-hari pun lebih fleksibel. Bagi pasangan yang ingin memiliki anak, mereka akan mengadopsi anak dan dapat menjadi orangtua yang baik. Anak tetap diajarkan agar sebisa mungkin untuk tidak “menjadi” seperti mereka, sehingga anak-anak dari pasangan homoseksual pun belum tentu besarnya akan mencari pasangan yang sesama jenis pula.

   Mulai banyaknya kaum homoseksual, muncul pula kaum yang menentang atau tidak menyukai homoseksual. Sikap takut atau menentang itu disebut sebagai homophobia. Seseorang mengalami homophobia dapat dikarenakan pengajaran orangtua yang kurang atau pelarangan yang ketat dari orangtua. Maka dari itu, orangtua juga perlu memberikan kebebasan dan pengajaran yang baik untuk anak. Pengajaran mengenai seksual dapat disesuaikan dengan umur sang anak. Kita semua tidak boleh mengucilkan kaum homoseksual, walau hal tersebut bertentangan dengan nilai-nilai atau ajaran yang dianut.

~ Kita boleh tidak menyetujui homoseksual, tetapi harus tetap menghargai tiap individu itu sendiri

Psikolog Klinis Anak atau Dewasa yah???


   Ternyata bukanlah hal yang mudah untuk menjadi seorang psikolog. Banyak teori yang harus dikuasai yang nantinya akan diterapkan dalam melakukan konsultasi dengan klien. Ada pula berbagai teknik assessment yang juga perlu dikuasai dan diasah seperti observasi, wawancara, dan alat tes (baik formal dan informal). Sebagai psikolog, semua hal itu harus dipegang atau dapat dikatakan menjadi bekal untuk kita. Dalam pengadministrasian alat tes, kita harus menginstruksikan tes sesuai standar prosedur tertentu, seperti menggunakan bahasa yang baku dan mengucapkan instruksi dengan jelas. Observasi dan wawancara dapat diasah dengan pengalaman kita, tetapi mungkin tidak hanya dalam sekali atau dua kali pertemuan dengan klien, mungkin diperlukan ratusan kali. Perlu pula untuk seorang psikolog membina rapport atau hubungan yang baik dengan klien dan membuat klien yang datang itu nyaman. Selain itu, rahasia klien sangat penting untuk kita jaga karena pasti sebenarnya ada rasa tidak nyaman dalam diri klien untuk menceritakan masalahnya pada seseorang yang baru dijumpai.

   Banyak masalah yang semakin bermunculan di dunia, sehingga membuat para psikolog dan ahli medis lain pun tertantang untuk mencari tahu penyebab dan penyembuhan gangguan atau penyakit. Gangguan-gangguan mental lebih ditangani oleh psikolog klinis dan psikolog klinis pun ada 2 tipe, yaitu psikolog klinis dewasa dan psikolog klinis anak. Sebenarnya, saya menjadi tertarik menjadi psikolg klinis, padahal sebelumnya saya tertarik menjadi psikolog industri. Akan tetapi, saya masih bingung dalam memilih mayor saya, apakah akan lebih ke psikolog klinis dewasa atau anak. Teman-teman saya merasa saya lebih cocok ke psikolog anak karena saya sangat menyukai anak-anak. Baik menjadi psikolog klinis dewasa maupun anak tidaklah mudah, maka itu saya harus memikirkan matang-matang keputusan saya.

   Klien psikolog klinis dewasa biasanya pasangan yang mempunyai masalah dalam hubungannya, orang dewasa yang bermasalah dengan kepribadiannya, dan masih banyak lagi. Klien dewasa lebih sulit untuk langsung terbuka dan menceritakan masalahnya. Adapula klien yang menutup-nutupi masalahnya, sehingga psikolog harus berusaha agar klien mau bercerita jujur. Sulit pula dalam membicarakan mengenai topik-topik yang sensitif seperti seks. Klien biasanya menghindari membahas topik tersebut. Klien anak biasanya yang memiliki masalah di sekolah, dengan orangtua, atau gangguan-gangguan seperti autism dan selective mutism.  Biasanya, anak akan datang dengan orangtuanya untuk konsultasi, sehingga psikolog dapat meminta orangtua untuk lebih memantau dan menjaga anaknya. Pertemuan dengan klien-klien biasanya tidak hanya dalam satu sesi, apalagi yang membutuhkan terapi. Maka dari itu, psikolog harus benar-benar tulus membantu klien. Kerjasama dari klien atau orang terdekat pun juga dibutuhkan.

~ Pengalaman sekali-duakali tidak akan cukup karena ilmu akan terus bertambah…