Tuesday, April 30, 2013

Sexual Transmitted Infection??? Oh No...


   Hubungan seksual dapat dikatakan sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia, tetapi ada yang melakukannya sebelum atau setelah menikah, dan dengan seorang pasangan atau berganti-ganti pasangan. Namun, apakah kalian tahu bahwa ada yang namanya sexual transmitted infection atau infeksi menular seksual (IMS). Biasanya, usia-usia muda dan remaja lebih berisiko mengalaminya. Selain itu, perempuan yang sudah terkena infeksi akan lebih mengalaminya dalam jangka panjang karena lapisan yang menutup vagina lebih tipis bila dibanding dengan lapisan yang menutupi penis.

   Sayangnya, infeksi ini bersifat laten, yaitu membutuhkan waktu dan proses yang lebih lama untuk mendiagnosis infeksi tersebut. Ada banyak bentuk infeksi, seperti ectoparasitic, gonorrhea, syphilis, chlamydia, chancroid, vaginal infections, pelvic inflammatory disease (PID), dan HIV/AIDS. Misalnya, ectoparasitic merupakan penyakit yang disebabkan parasit yang hidup di permukaan kulit. HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Sedangkan, AIDS adalah gejala-gejala penyakit yang menyerang tubuh sesudah sistem kekebalan tubuh rusak oleh virus HIV. Biasanya, dapat ditularkan karena hubungan seksual, ibu menyusui sang anak, dan transfusi darah. Maka dari itu, sebaiknya ibu yang terkena HIV/AIDS tidak memberikan asi pada anaknya. Tidak hanya itu, masih ada pula hal-hal yang perlu diketahui. Pasangan yang ingin menikah atau mempunyai anak, sebaiknya berkonsultasi atau konseling pernikahan pada ahlinya.

   Lebih baik kita mencegah sebelum terlambat atau terkena virus atau infeksi-infeksi seksual. Bisa saja dengan menjaga kebersihan (terutama daerah intim), tidak bergonta-ganti pasangan dalam berhubungan, dan menggunakan alat kontrasepsi yang tepat. Tidak salah pula jika kita memeriksa atau mencoba mendeteksi secara dini, sebelum infeksi lebih bertambah parah. Dengan begitu, pasangan kita pun tidak akan tertular infeksi.

~ Jaga diri sendiri dan pasangan kita dari infeksi yang dapat menyerang… ;)

Tuesday, April 2, 2013

Atasi Disfungsi Seksual Sebelum Terlambat!


   Seks... mendengar kata itu biasanya yang terbayang adalah hubungan intim yang penuh gairah. Setiap orang pun pada dasarnya memiliki kebutuhan ini dan akan menikmatinya terutama dilakukan bersama pasangan yang kita cintai. Namun, ternyata tidak semua hubungan itu penuh gairah dan menyenangkan. Mengapa? Permasalahan pada fungsi seksual salah satunya. Adanya disfungsi seksual mengakibatkan kurangnya gairah, kurangnya antusias akan seks, dan tidak mampu untuk rileks. Misalnya, karena individu mengalami ejakulasi dini.

   Disfungsi seksual bisa meningkat karena faktor umur. Umur seseorang yang terus bertambah membuat kemampuan fungsi seksual mengalami penurunan. Selain itu, bisa karena penyakit yang diderita, kecacatan, dan konsumsi obat-obatan. Karena hal tersebut, individu menjadi merasa tidak mampu atau tidak cakap melayani dan memuaskan pasangannya. Banyak situasi seperti itu sehingga membuat banyak pasangan yang tidak akur dan tidak intim lagi. Jika sampai ke tahap yang parah, bisa jadi akan berujung pada perpisahan.

   Jangan sampai banyak pasangan pisah karena masalah disfungsi seksual. Masalah ini bisa menjadi sangat serius jika hanya didiamkan begitu saja. Maka dari itu, jika semakin memburuk, sebaiknya dilakukan treatment untuk mengatasi masalah disfungsi seksual tersebut. Setidaknya, individu dapat menaikkan kepercayaan dan harga diri dalam kemampuan funsi seksualnya.

~ Hindari dan cegah sebelum menjadi lebih buruk karena masalah tidak dapat hilang begitu saja…