Saturday, November 24, 2012

Fight for Violance!

   KDRT? Hal itu pasti sangat sering kita dengar dan kita jumpai.. Kenapa ya bisa gitu? Kadang kala karena hal yang orang lain anggap sepeleh, kekerasan bisa terjadi. Apa yang melakukan kekerasan tersebut puas dengan berkelakukan seperti itu apalagi terhadap keluarganya sendiri? Sungguh mengenaskan.

   Banyak bentuk KDRT yang dilakukan dalam keluarga, khususnya pria terhadap wanita. Kekerasan itu dapat berupa fisik, psikis, seksual, dan ekonomi. Kekerasan fisik yang paling sering diberitakan di media massa seperti suami yang memukul istrinya sampai memar-memar atau menampar istrinya. Bahkan, ada yang hingga meninggal. Istri sendiri sampai tega dibunuh. Kekerasan secara fisik misalnya istri dikata-katain kata-kata yang parah atau kotor. Kekerasan seksual biasanya terjadi saat istri dipaksa suami untuk melakukan hubungan intim yang tidak wajar. Kekerasan ekonomi seperti istri yang dipaksa kerja dan memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kekerasan ekonomi biasanya terjadi jika suami tidak memiliki pekerjaan atau pengangguran. 

   Mengapa bisa terjadi kekerasan?
   Ada pandangan yang mengatakan dan menganggap pria itu harus kuat, wanita dan pria tidak sederajat, dan pemahaman yang keliru. Pemahaman yang keliru yaitu suami lebih menguasai istri. Selain itu, kekerasan dapat terjadi saat masalah keluarga yang ditutupi, apalagi jika pasangan saling tidak terbuka dan tidak jujur. Kepribadian suami yang tidak stabil dan imitasi terhadap perilaku orang lain juga dapat menyebabkan kekerasan. 

   Sebaiknya jikaterjadi kekerasan, istri lebih baik pisah rumah dengan suami dan berani melawan perilaku suami. Istri harus kuat dalam menghadapi situasi seperti itu. Tidak harus ada perceraian, apalagi ada agama yang melarang perceraian. Pasangan harus saling terbuka dan jujur, saling berkomunikasi, dan menghargai. 

   Selain kekerasan suami-istri, adapula kekerasan seksual terhadap anak dalam rumah tangga. Kekerasan ini biasanya dilakukan oleh ayah, paman, atau saudara. Kekerasan ini ada dua macam, langsung dan tidak langsung. Tipe yang langsung seperti meraba alat genital atau payudara, sedangkan yang tidak langsung seperti foto di saat anak sedang mandi atau ganti baju. Kekerasan ini biasanya ditutupi karena merupakan aib bagi keluarga. Seharusnya, keluarga menghadapi masalah tersebut dan melakukan usaha pencegahan di masa mendatang. Keluarga juga dapat melaporkan pada perlindungan anak dan mengajarkan anak bagaimana harus menghargai dan melindungi tubuh.

~ Fight it or You will become the victim..  

Friday, November 16, 2012

Girls, Body, & Advertisement

   Wanita seringkali tidak puas pada tubuh mereka, baik yang gemuk dan kurus. Mereka masih suka merasa tubuh mereka tidak proporsional. Yahh.. saya sendiri suka merasa seperti itu. Tinggi badan saya sekitar 167 cm, tetapi berat saya 46 kg. Berat badan saya suka naik turun sehingga berat saya suka berada dalam kisaran 45-48 kg. Saya sering dikira orang lain jika makan saya hanya sedikit, tetapi sebenarnya tidak seperti itu. Mungkin karena makan yang tidak teratur dan kurang tidur atau tidur terlalu malam.

   Ada pula wanita yang merasa dirinya terlalu gemuk, sehingga mereka menjadi malu untuk beraktivitas atau tampil di depan umum. Mereka sering melakukan evaluasi penampilan tubuh atau yang biasanya disebut body image. Seharusnya setiap wanita mempunyai self-esteem (harga diri) yang tinggi terhadap diri mereka masing-masing. Apalagi tiap wanita itu pastilah cantik dan indah. Akan tetapi, sekarang sosok wanita seringkali digunakan untuk daya jual terutama dalam mengiklankan produk.

   Iklan tidak dapat dipisahkan dari pemasaran suatu barang dan jasa, maka dari itu sosok perempuan menjadi salah satu daya tarik untuk penjualan. Akan tetapi, masih ada bias gender yang dilakukan terhadap perempuan dalam iklan. Iklan untuk perempuan sering diasosiasikan dengan pekerjaan rumah tangga, seperti iklan deterjen atau sabun cuci. Perempuan juga dianggap menambah daya tarik orang untuk menikmati iklan. Maka dari itu, perempuan lebih disorot secara fisik, dari rambut, wajah, leher, sampai ujung kaki. Keindahan tubuh menjadi sosok yang banyak dipakai untuk mempromosikan produk, seperti make-up, pakaian, dan sebagainya. 

   Iklan-iklan tersebut dapat mengubah pandangan masyarakat bahwa tiap perempuan harus cantik dan memiliki tubuh yang proporsional. Hal itu yang mendorong perempuan membeli dan memakai produk-produk kecantikan. Self-monitoring juga dilakukan perempuan agar tubuh mereka tetap proporsional. Perempuan akan berlomba-berlomba menjadi lebih cantik, apalagi dalam mendapatkan pasangan. Selain itu, bentuk tubuh ideal perempuan juga dapat berubah, yang mengarah pada bentuk tubuh yang semakin menyusut. Jadi, daripada mengikuti itu semua yang akan membahayakan mental dan fisik perempuan, lebih baik menjaga kesehatan dan kebugaran diri. Tidak ada yang melarang perempuan untuk lebih cantik, tetapi setidaknya ada dalam batasan normal. "Siapa sih yang tidak mau jadi cantik?" Semua perempuan pasti merasa ingin menjadi lebih cantik, tetapi jangan lupa utamakan kecantikan dari dalam diri.

~ Cobalah untuk lebih menerima dan menghargai dirimu, girls..

Friday, November 9, 2012

Kanker Payudara

   Payudara dianggap salah satu keindahan perempuan, yang membedakannya dari lawan jenisnya, laki-laki. Payudara dianggap penting bagi perempuan karena payudara adalah aset bagi perempuan untuk menyusui buah hati dan terletak di bagian depan layaknya wajah. akan tetapi, masih banyak perempuan yang tidak menjaga kesehatan payudara dan masih belum paham mengenai kanker payudara. Kanker itu biasanya dirasakan karena ada benjolan-benjolan di daerah payudara dan bisa menyebar ke sekitar payudara, bahkan ke organ tubuh lain. Penyebaran itu disebut sebagai metastasis. Bisa juga gejala yang timbul dari kanker itu seperti keluarnya cairan bening atau kemerahan dari puting susu. Kulit payudara menjadi bersisik dan mengerut dan masih ada lagi tandal lain. Maka dari itu, sangat diperlukan deteksi awal dari kanker payudara agar perempuan tidak sampai harus menjalankan operasi.

   Apakah kanker akan hilang begitu saja? belum tentu.. Sembuh atau tidaknya kira-kira terlihat 5 tahun ke depan. Jika muncul lagi, maka dapat dikatakan itu adalah kanker baru. Jika kanker masih ada dalam stadium 1 atau 2, kemungkinan untuk sembuh sekitar 80%. Akan tetapi, tetap saja mengerikan bagi perempuan jika sampai harus kehilangan salah satu keindahan tubuh mereka. 

   Operasi kanker payudara biasanya harus dilakukan untuk mengangkat kanker itu. Bisa saja walau kanker sudah diangkat dari payudara, payudara itu ditambahkan menjadi bentuk normal atau terisi lagi. Dapat dilakukan mastectomy yaitu salah satu prosedur terapi kanker payudara. Kemudian, para ahli mengembangkan cara untuk merekonstruksi payudara. Rekonstruksi payudara biasanya ada dua langkah, yaitu rekonstruksi payudara dan areola-puting. Rekonstruksi payudara dilakukan dengan menambah payudara yang diambil dari bagian atau jaringan tubuh sendiri, seperti bagian perut. Rekonstruksi areola-puting dilakukan setelah rekonstruksi payudara dan terapi terhadap kanker selesai. Mastectomy dan rekonstruksi harus dilakukan bersama. 

   Biasanya, setelah selesai operasi tersebut, payudara buatan (dibuat lebih besar) mengalami pembengkakan. Setelah mengempis, ukuran kedua payudara akan sama besar dan dalam 3 bulan, payudara akan bergantung dengan normal. Setelah mastectomy-pun, perempuan biasanya merasa menjadi "normal" kembali. Pasien juga akan lebih baik jika respon dan pandangan hidupnya positif.

   Walau ada jenis operasi ini, tetap saja lebih baik mencegah kanker payudara. Kanker payudara juga tidak hanya menyerang perempuan saja, tetapi juga laki-laki. Maka dari itu, kita harus rajin olahraga, tidak merokok, dan mengkonsumsi alkohol. Selain itu, kita juga perlu mengkonsumsi makan makanan yang sehat, seperti buah beri dan sayuran hijau. Jauhi makanan instan, snack, dan makanan yang banyak mengandung lemak.

~ Girls, pintar-pintarlah menjaga kesehatan... :)


Sunday, November 4, 2012

Disordered Eating Behavior

   Saya pernah menonton drama Korea dan ada pemeran seorang perempuan yang latihan dance setiap harinya di kampus. Perempuan itu terus berlatih sendirian sampai suatu ketika ada seorang lelaki yang mengintipnya sedang menari. Laki-laki itu diam-diam masuk ke dalam ruangan dan hanya menonton perempuan itu latihan menari terus sampai perempuan itu menyadari kehadiran sang lelaki. Perempuan itu memarahi lelaki itu karena telah melihat secara diam-diam, tetapi perempuan itu juga meminta makanan. Lelaki itu memberi cokelat pada perempuan itu dan perempuan itu melahapnya sampai habis dan meminta cokelat lagi. Lelaki itu pergi mengambilnya, tetapi saat lelaki itu kembali sang perempuan sudah tidak ada. Ternyata, perempuan itu pergi ke toilet dan memuntahkan cokelat yang sudah dimakannya karena takut gemuk.

   Terlihat sekali bahwa perempuan itu mengalami eating disorder yang lebih mengarah ke bullimia karena makanan yang telah dimakan akan dimuntahkan kembali. Individu itu mengalami ketakutan untuk makan karena menginginkan tubuh yang ideal. Adapula gangguan lain seperti anorexia dan binge eating disorder. Anorexia lebih mengarah pada penolakan seseorang terhadap makanan. Binge eating disorder lebih mengarah pada perilaku makan yang tidak berhenti-henti. Anorexia lebih susah diatasi dibanding bullimia karena pasien tidak kooperatif dalam penanganan masalah tersebut. Dikatakan pula bahwa orang obesitas dengan gangguan binge lebih stres daripada orang obesitas dengan bullimia

   Padahal individu seharusnya bukan berusaha menguruskan badan, tetapi menjaga tubuh agar sehat. Banyak individu yang tergolong mempunyai berat badan melebihi berat seharusnya , tetapi masih mempunyai kepercayaan diri yang besar. Mereka menghargai diri sendiri dan makanan yang ada. Mereka juga didukung oleh lingkungan sekitar. Maka dari itu, bagi yang mempunyai tubuh yang dikatakan tergolong ideal tidak boleh mencemooh atau menggoda orang-orang yang obesitas atau mengalami masalah dengan berat badan. Perilaku negatif yang diterima dapat mempengaruhi kondisi psikologis dan fisik orang tersebut. Yang terpenting adalah jangan kurang tidur, sarapan, porsi makan boleh kecil, tetapi berisi, serta makan malam dikurangi porsinya.

~ Jangan menghina orang lain jika tidak mau dihina...

Stres Pasca Melahirkan

   Apa kita siap menjadi ibu? Apa sudah mengerti benar cara merawat buah hati kita nanti? Apa sudah tahu apa yang harus dilakukan dan tidak boleh? Apa siap membagi perhatian ke sang anak dan hal lain? Banyak yang dipertanyakan dan dirasakan wanita yang pertama kalinya mempunyai anak, khususnya pada ibu dewasa muda. Mereka sering kali menanyakan hal-hal tersebut kepada wanita yang lebih tua atau sudah berpengalaman, membaca banyak buku, berkonsultasi, dan mengikuti pelatihan saat menjadi ibu hamil. Akan tetapi, banyak ibu yang tetap mengalami kesulitan dan stres saat anak sudah hadir dalam kehidupan. Ada yang berujung ke depresi.

   Ibu yang baru saja melahirkan dan stres mengalami Baby Blues Syndrome yang kurang lebih berlangsung sekitar 10 hari. Mereka tidak mengetahui harus melakukan apa ke bayi mereka. Hal ini harus cepat ditangani karena jika tidak, akan menjadi depresi. 

   Postpartum Depression merupakan depresi yang dialami awal melahirkan sampai 2 tahun setelah melahirkan. Jika sampai mengalami hal ini, akan sangat berdampak pada hubungan antara ibu dan anak. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon (terjadi fluktuasi), situasi yang berisiko (transisi perubahan kehidupan), dan life stresses

   Sangat diperlukan dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat, baik secara emosional, finansial, dan fisik. Keluarga dapat membantu mengerjakan pekerjaan rumah agar meringankan beban sang ibu. Sewaktu adik ibu saya yang biasa saya sebut tante melahirkan anak pertamanya, untungnya tante saya tidak sampai mengalami depresi. Mungkin masih ada rasa stres yag dialami karena terlihat belum terlalu mengerti bagaimana mengurus anak yang benar. Tante saya masih banyak tanya kepada kakak-kakaknya dan banyak membaca buku. Sampai hari ini, tante saya sudah terbiasa mengurus anak walau masih sering dinasehati oleh orang lain.

~ Support and give reward to your mom or new mothers 

Friday, November 2, 2012

Kanker Serviks & Lupus

   Siapa sih perempuan yang mau sakit? Pasti tidak ada yang mau apalagi sampai berhubungan dengan hal-hal yang hanya dimiliki perempuan. Kanker serviks adalah salah satu penyakit yang cukup banyak diderita wanita yang sudah menikah atau mempunyai anak. Nama keren dari kanker ini adalah Carsinoma Servix. Penyakit ini tergolong susah diperiksa dan jika sudah menyebar akan semakin parah.

   Kanker ini disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV), tetapi virus ini tidak langsung bertumbuh cepat karena membutuhkan waktu sekitar 10 sampai 20 tahun. Ada pula penyebab lain, yaitu usia (sudah menopause) dan jumlah anak, kebersihan yang krang terjaga (khususnya daerah intim), pemakaian pembalut yang mengandung dioksin, dan daya tahan tubuh yang lemah. Kanker ini dapat ditularkan lewat hubungan seksual dan sentuhan.

   Mau tahu ciri-ciri dan tandanya?
   Sakit saat melakukan hubungan seksual, mengeluarkan darah setelahnya, mengeluarkan darah berlebihan saat menstruasi, kebocoran air seni, dan keputihan yang tidak normal. Keputihan berbau tak sedap, terasa gatal, berwarna kuning atau hijau, dan bisa hampir setiap hari.
   Coba kalian cek dan mulai menjaga diri! Kalian bisa mencegah dengan menjaga daya tahan tubuh, menjaga kebersihan, menghindari rokok dan seks bebas, rutin check up, dan vaksinasi.

   Selain kanker serviks, ada pula penyakit Lupus yang lebih banyak diderita oleh perempuan. Perempuan usia 15 sampai 20 tahun lebih rentan terserang. Mengapa ya bisa begitu? Penyebabnya pastinya saja masih dianggap misterius. Akan tetapi, penyakit ini tidak menular dan bukan karena virus. Lupus dikatakan disebabkan antibodi yang berlebihan padahal seharusnya antibodi untuk melindungi. Individu yang terserang biasanya akan sariawan berkepanjangan, lemah, stres, demam, pegal-pegal, rambut seering rontok, merah di pipi, dan lain-lain. Lebih baik penderita tidak terkena sinar matahari langsung, jangan kecapaian dan kerja berlebihan, jangan kecanduan obat, serta hindari stres!

~ Pencegahan lebih baik cepat dilakukan sebelum terlambat! :D