Friday, August 31, 2012

Karunia Terindah

   Pasangan suami istri biasanya menganggap bahwa anak adalah karunia terindah yang dimiliki mereka. Anak adalah buah hati para orangtuanya. Namun, masih saja ada orangtua yang menelantarkan atau menyiksa anaknya, seperti membuang atau menjual anaknya sendiri. Ada pula calon ibu yang melakukan aborsi karena malu dan tidak menginginkan anak tersebut. Padahal masih banyak orangtua yang menginginkan untuk mempunyai anak, tetapi tidak bisa.

   Bagi orangtua yang mempunyai anak pun, harus memelihara anak-anak mereka dengan baik. Tidak mudah menjadi orangtua dari anak-anak mereka. Para orangtua harus memberi kasih sayang yang cukup dan memenuhi kebutuhan anaknya dengan baik dari anak tersebut masih berada dalam kandungan. Orangtua juga harus mengajarkan dan menuntun anak-anaknya dengan baik, tidak menelantarkan dan juga tidak terlalu memanjakan. Menjadi orangtua juga tidak boleh pilih kasih, apalagi jika sang anak ada yang mengalami gangguan secara mental atau fisik. 

   Hubungan anak dengan orangtua dan orang lain harus dijaga demi pertumbuhan anak nantinya. Hubungan sosial anak yang terbentuk baik dapat meningkatkan self-esteem anak. Namun, tetap anak perlu dijaga dari hal-hal yang bersifat buruk atau negatif. Jangan sampai anak terjerumus hal-hal yang tidak benar.


Hargailah sebuah kehidupan...  :)

Psikologi Perempuan ~ Psikologi itu ternyata Laki-laki...!

   Sewaktu pertama berada duduk di kelas Psikologi Perempuan, saya bertanya pada teman yang duduk di sebelah saya, "Mengapa tidak ada Psikologi Laki-laki?". Teman saya pun turut merasa bingung dan bertanya-tanya. Namun, setelah itu saya mendapat jawaban langsung dari dosen saat perkuliahan dimulai. 

     Ternyata, sejak psikologi itu ada, Psikologi itu laki-laki. Penelitian-penelitian yang dilaksanakan umumnya mengenai laki-laki dan diterapkan untuk semua orang. Maka dari itu, perlu diadakan penelitian tentang perempuan karena perempuan itu berbeda dari laki-laki. Semoga semua orang di dunia pun menjadi sadar dan tidak mendiskriminasi perempuan lagi, khusunya laki-laki. Laki-laki harus turut mengerti dengan baik mengenai perempuan karena menjadi perempuan bukanlah hal mudah. "Hei, yang melahirkan kita semua itu perempuan, maka hargailah dan jaga mereka dengan baik". Janganlah lagi melakukan diskriminasi pada perempuan seperti saat dulu, ada tokoh yang Psikologi Perempuan yang tidak menerima gelar doktornya karena beliau seorang wanita.Dahulu pun, perempuan juga dianggap tidak perlu untuk pergi ke sekolah dan hanya perlu bisa melakukan pekerjaan rumah tangga.

     Untungnya, semakin lama perempuan semakin dihargai. Hal itu juga salah satu perjuangan para perempuan yang mendirikan Association for Women in Psychology (AWP) untuk membangkitkan kesadaran dari feminist issue dalam bidang Psikologi khususnya
"Ayo perempuan! Jangan mau kalah dari laki-laki".